Thursday, July 17, 2008

Lima Album Guilty Pleasure Soleh Solihun

Boleh saja saya mengaku pecinta rock n’ roll music.

Tapi, ada beberapa album di luar rock n’ roll yang sempat dan masih saya sukai. Album-album yang kadang saya sendiri malu mengakuinya. Tapi, berhubung saya sudah dewasa (hahaha. berlebihan) maka saya sudah cukup berani untuk mengakuinya kali ini. Ada lima album yang paling guilty pleasure:

Judul-Judulan, Pengantar Minum Racun.
Tahun ’80-an, bapak saya masih rajin membeli kaset. Seingat saya, kaset yang dibelinya, kalau lokal sih di antaranya Koes Plus dan Gito Rollies. Saya lupa apalagi tepatnya. Karena ketika umur saya balita, atau umur TK, saya dan adik saya suka menarik pita dari kaset-kaset itu, lalu menariknya. Biasanya, pita satu album itu jika ditarik, jarak panjangnya bisa dari ruang tengah hingga dapur. Saya selalu menarik-narik pita itu. Hingga tak ada lagi kaset tersisa, dan mungkin itu yang membuat bapak saya malas lagi membeli kaset. Tapi, di antara kaset-kaset yang bapak saya beli, ada satu yang paling membekas; album perdana dari Pengantar Minum Racun. Vokalisnya, Johnny Iskandar. Orang dengan vokal melengking, rambut panjang keriting, dan kacamata tanpa kaca.

Buat kamu yang tak tahu lagu Judul-Judulan, itu adalah lagu dengan lirik “Neng ayo neng, ayo maen pacar-pacaran.” Ini adalah album parodi pertama yang saya dengarkan. Lagu Judul-Judulan sepertinya lagu orisinal mereka. Bukan plesetan lagu orang. Tapi, selebihnya, album ini berisi plesetan lagu orang lain. “Benci tapi Rindu” diplesetkan menjadi “Banjir Datang Lagi.” Ceritanya tentang suami istri yang kerepotan karena hujan turun lalu berhenti lalu hujan lagi, hingga akhirnya mereka kebanjiran. Sang suami lantas mengajak si istri menginap di hotel. Akhirnya mereka bisa tidur nyaman di hotel. Ketika sang istri bertanya soal bagaimana mereka harus membayar kamarnya, sang suami bilang mereka pulang ketika satpam sedang tidur. Eh, ternyata pas mereka pulang, rumahnya masih banjir. Cara penulis lirik bercerita benar-benar bagus. Biarpun itu hanya sebuah parodi, mereka mampu mencari cerita yang faktual, sekaligus disajikan dalam gaya kocak.

Atau, lagu “Pergi Tanpa Pesan” diplesetkan menjadi “Pergi Pulang Pingsan.” Liriknya, soal pemuda yang mabuk melulu. Membuat malu orang tua. Tak jelas masa depan. Akhirnya, disuruh belajar mengaji. Hidupnya jadi bersih.
    
    Kau pergi pulang pingsan
    Kau mabok tiada bosan
    Di mana kau beli
    Minuman brendy
    Nanti kau ditangkap ke polis
    
    Malu...lu..lu..lu...lu lu lu lu lu...
    
    Begadang tidak pulang
    Tidur di pelataran
    Kalaulah begini
    Hidup terasa mati
    Lebih baik kau mengaji
    
    Alif, ba, ta, tsa, jim...

Saya sering menyanyikan lagu itu. Yang paling saya ingat, dalam sebuah camping Pramuka—ya, saya pernah ikut Pramuka tingkat Siaga—saya menyanyikannya dalam sebuah lomba. Diiringi anggota regu saya yang membuat musik dari ember, dan alat-alat dapur lainnya. Saya senang sekali lagu itu. Saya dibuat kagum dengan punch line alif ba tsa jim itu. Dan lagi-lagi, story telling si penulis lirik bisa menghadirkan cerita di kepala.  

Satu lagi yang paling membekas adalah lagu soal zodiak, sepertinya lagu aslinya juga soal zodiak, saya tak tahu pasti. Yang jelas, lirik syalalalala diplesetkan menjadi syalawelawe. Gara-gara lagu itu, kadang saya suka masih percaya kalau orang yang bintang Virgo biar sekolah tapi masih bodo. Dan bintang Sagitarius, suka makan laler ijo.

    Syalawelawe
    Mana bintangmu
    Syalawelawe
    Ini bintangku
    Marilah kita tebak-tebakan
    Pribadimu pribadiku
    
    Boleh percaya
    Boleh pun tidak
    Kalau percaya
    Kita berdosa
    Kalaulah ada
    Kata yang salah
    Jangan simpan di hati

    Bintang Virgo
    Sekolah tapi masih bodo
    Bintang Gemini    
    Maunya menang sendiri
    Bintang Sagitarius
    Suka makan laler ijo
    Bintang Capricornus
    Kalau menggigit suka tetanus

Sepertinya gara-gara album ini, saya suka lirik-lirik yang humoris. Atau, sebenarnya saya sudah suka lirik humoris sejak kecil dan album ini hanyalah pemicunya? Entahlah. Yang jelas, kasetnya sudah tak ada. Tapi, saya masih bisa hapal beberapa lagu jika mendengar lagu ini diputar. Oya, album keduanya, saya tak suka, karena single yang dijadikan video klipnya, tak enak buat kuping saya. Kalau tak salah, lagu tentang nyengir kuda. Video klipnya, personel PMR dengan kuda bohongan yang dimainkan orang berjoget-joget di pinggir kolam renang kalau tak salah.

Jilid 2, Padhyangan Project.
Ini album setelah hits “Nasib Anak Kos.” Para personelnya, Denny Chandra, Daan Aria, Juhana alias Joe P Project, dan entah siapa lagi saya lupa. Ketertarikan saya pada lagu-lagu parodi dan lirik humor rupanya kembali dimunculkan. Dan seperti di kata pengantar di album, tujuan mereka membuat album parodi supaya orang Indonesia mudah menyanyikan lagu-lagu Barat yang enak buat telinga mereka.

Di album ini, mereka memarodikan “All For Love” yang dinyanyikan Rod Stewart, Bryan Adams dan aah siapa lagi itu satu lagi? Liriknya diganti menjadi “Cover Boy” atau “Menjadi Cover Boy”.

    Biar badan kurus tak terurus
    Maju terus
    Biar sakit cacingan
    Itu bukan halangan
    Menjadi cover boy!
    Cover boy!

Dan yang paling membekas adalah lirik “What’s Going On” dari 4 Non Blondes yang diplesetkan menjadi “Lampu Neon”. Jaman album ini keluar, di teve sering diputar iklan layanan masyarakat soal hemat energi, soal lebih baik memakai lampu neon ketimbang lampu bohlam. Juhana alias Joe menjadi vokalis di lagu ini. Masih ingat dengan adegan di mana seorang majikan menyuruh pembantunya mengganti lampu bohlam dengan lampu neon? Nah, lagu ini pada dasarnya menceritakan kembali adegan itu.

    Kirain lagi pada ngomongin apa
    Tahunya beda bohlam dengan neon
    Inah, padamkam lampu bohlamnya
    
    Kan asik hey hey hey
    Asiknya, lampu neon

Sepertinya, ada lagi lagu Lea Salonga yang duet dengan siapa itu penyanyi satu lagi. Mereka plesetkan menjadi “Bibiku Pergi.” Cerita ditinggal pembantu. Lagi-lagi sebuah lagu yang kontekstual dengan kehidupan sehari-hari. Story tellingnya benar-benar berhasil. Memlesetkan lagu bukanlah hal yang mudah. Apalagi memilih tema yang kocak dan keseharian.

Cintailah Cinta, Dewa.
Suatu kali, saya pernah ditolak seorang perempuan yang saya sukai. Kawan-kawan saya tahu soal ini. Salah seorang kawan, Cupi, menyarankan saya untuk membeli album ini. Padahal, dia sama seperti saya, seorang Stones Lover, pemuja Mick Jagger. Agak mengejutkan juga, saran itu datang dari saya. “Dengekeun geura, si Dhani bisaan nyieun lirik teh.” [Dengerin deh, si Dhani bisa aja bikin lirik teh].

Akhirnya, membelilah saya album itu. Dan sialan. Liriknya seperti menyuarakan isi hati saya yang sedang galau berat. Untuk sesaat, saya bisa mengerti kenapa orang bisa bilang suka lagu pop menye-menye dengan lirik patah hati. Seperti lagu “Pupus” di bawah ini:

    Baru kusadari
    Cintaku bertepuk sebelah tangan
    Kau buat remuk seluruh hatiku

    Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang beku,
    Semoga akan datang keajaiban, hingga akhirnya kaupun mau

    Aku mencintaimu
    Lebih dari yang kau tahu
    Meski kau tak kan pernah tahu

    Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku
    Meski kau tak cinta kepadaku
    Beri sedikit waktu, biar cinta datang
    Karena telah terbiasa

Atau, lagu “Kosong”

    Kamu seperti hantu
    Terus menghantuiku
    Kemanapun tubuhku pergi
    Kau terus membayangi aku

    Salahku
    Bermain dengan hatiku
    Aku tak bisa memusnahkan
    Kau dari pikiranku ini

Atau, lirik lagu “Angin”

    Angin tolonglah aku sedang
    Jatuh cinta
    Tapi aku tak punya nyali untuk nyatakan
    Bahwasanya setiap hari kumerindukan dia        

Ah, sialan. Ini sih the ultimate guilty pleasure. Suka malu sendiri jika mengingat betapa galau bisa membuat seseorang tak bisa berpikir jernih. Sekarang sih, dengan kondisi psikologis yang jauh berbeda, saya tak punya kenikmatan psikologis lagi ketika mendengarkan lagu-lagu ini. Paling, mendengarkannya akan membuat saya tersenyum sendiri di dalam hati.

Let Go, Avril Lavigne.
Saya suka album ini karena saya suka Avril Lavigne. Apalagi waktu pertama kali dia muncul. Remaja putri dengan gaya tomboy, sepertinya anaknya asik begitu yang terlintas di kepala. Rambut lurus dan panjang selalu saya sukai dari perempuan. Avril punya itu. Punya sedikit sifat yang sepertinya bisa merefleksikan karakter cuek. Waktu lagu “Complicated” keluar, saya belum terlalu suka. Kurang cathcy di kepala. Tapi, begitu “Sk8r Boy” keluar—penulisan Sk8r seperti An3dis, ini sih racun sekali buat saya. Sangat catchy buat kuping saya. Entah karena semakin suka melihat Avril, lagunya jadi semakin catchy.

Greatest Hits, Robbie Williams.
Semua lagu di sini, saya suka. Sebelum mendapat album ini, saya memang diam-diam suka menikmati setiap klipnya diputar atau lagunya diputar di radio. Tapi, begitu mendapat album ini, saya semakin menyukai Robbie Williams. “She’s The One” salah satu favorit saya. Klipnya bercerita dengan baik. Cara Robbie menyanyikannya juga begitu baik sehingga dia bisa seperti merasakan kesedihan yang digambarkan klip itu. Lagu “Old Before I Die” juga seperti menyuarakan isi hati saya yang selalu takut mati, dan ingin bisa merasakan hidup sampai usia tua. Tolong diingat, saya tak suka Take That. Tapi, lagu-lagu Robbie Williams ternyata saya suka. Mungkin itu sebabnya saya kadang masih malu mengakui jika saya menikmati musik Robbie Williams.  

38 Comments:

Anonymous dedidude dedidude said...

wah leh setuju Judul-Judulan, Pengantar Minum Racun itu teh soundtrack masa kecil hahaha pengen gua dengerin lagi, ada MP3nya gak leh?

July 17, 2008 8:08 PM  
Anonymous Citra Lukita said...

hihihi.. (malu ngaku kalo punya album padhyangan & dewa yg disebutin soleh) :p

July 17, 2008 8:11 PM  
Anonymous Cowboy danCow said...

Padhyangan memang the best ya leh..

July 17, 2008 8:21 PM  
Anonymous Karlina Octaviany said...

Ih, baru aja aku nonton Joe nyanyi Kambing Liar (bergaya ala Kurt Cobain) dan masih lucu tai. Hidup P Project!

July 17, 2008 8:23 PM  
Anonymous adib adib said...

ooh, soleh itu juga baladewa ternyata....

July 17, 2008 8:30 PM  
Anonymous Fanie Maulida said...

hahahaha....

July 17, 2008 8:35 PM  
Anonymous shiny littlestar said...

kalo project p mah enggak guilty pleasure.

albumnya emang bagus dan menghibur kok!

*jadi pengen dengerin lagi..

July 17, 2008 8:40 PM  
Anonymous doni drako said...

waahh belom lama si johnny iskandar-nya nongol di metro tv leh, bawain lagu judul-judulan. dulu waktu jamannya, saya dan semua teman bermain saya waktu kecil hapal lagu judul-judulan ini. kalau inget lagu itu pasti kita semua senyum2 sendirian persis kuda nyengir ditahan heheheh. XD

July 17, 2008 8:42 PM  
Anonymous Agam Fatchurrochman said...

Yang penting enak. Dangdut pun ok. Anak gw saja sampai sekarang hobi nyanyi Kucing Garong & Habibeh, dangdut inggris dari Sabah Habas Mustapha

July 17, 2008 10:07 PM  
Anonymous Agam Fatchurrochman said...

Yang penting enak. Dangdut pun ok. Anak gw saja sampai sekarang hobi nyanyi Kucing Garong & Habibeh, dangdut inggris dari Sabah Habas Mustapha

July 17, 2008 10:08 PM  
Anonymous Agam Fatchurrochman said...

Yang penting enak. Dangdut pun ok. Anak gw saja sampai sekarang hobi nyanyi Kucing Garong & Habibeh, dangdut inggris dari Sabah Habas Mustapha

July 17, 2008 10:09 PM  
Anonymous Bang Bang Bang! said...

Leh album ke 2 PMR nga kalah Sakit nya leh! Coba cari lagu yang judulnya kalo nga salah "Pada malam Jumat Kliwon"

July 17, 2008 10:10 PM  
Anonymous Syarinta . said...

itu leh, lagu padhayangan yang parodiin lagu cina. yang ada rap-nya. "dahulu..ketika..kita masih SMA..bla bla bla..". gue sampe sekarang masih ngakak. xD

July 18, 2008 1:19 AM  
Anonymous Hotman Christian said...

lagu yang sangat setan sekali dari dewa... one of my guilty pleasure's song too....

July 18, 2008 3:32 AM  
Anonymous ekky imanjaya said...

bagaimana dengan nkotb, bon jovi, dan milli vanilli? :)

July 18, 2008 4:25 AM  
Anonymous widi asmoro said...

om soleh selalu menarik

July 18, 2008 9:22 AM  
Anonymous dedidude dedidude said...

Pupus mah emang bagus, gua gak perlu menaruh itu di guilty pleasure gua..cuma pleasure aja .. :P demikian juga Dewa di Pandawa Lima...semua lagu2nya bagus

July 18, 2008 10:31 AM  
Anonymous littlethinker in wonderland said...

album cintailah cinta akang dhani emang album lagu cinta paling majleb yang pernah dikeluarkan sm dewa... ngggg saya jg punya kok hihihi :p

btw, knp avril dimasukin jd guilty pleasure? it is a pure pleasure menurut sayaa, tp saya si bukan stones lover jd kurang ngerti jugaa, nuhun pisan :)

July 18, 2008 10:44 AM  
Anonymous soleh solihun said...

dedi: nggak punya euy ded mp3nya. guilty pleasure karena liriknya itu loh, malu juga mengakui suka lirik-lirik begitu. :p

ekky: sama nkotb, bon jovi, mili vanilli belum pernah terlalu suka banget sampe masuk ke hati kayak album2 yang gua tulis di atas, jadi belum bisa masuk guilty pleasure.

little thinker: guilty pleasure karena yah kadang suka malu aja mengakuinya. makanya itu jadi guilty. hehe.

July 18, 2008 11:14 AM  
Anonymous upie upie said...

lirik darso leh...paten..

July 18, 2008 11:52 AM  
Anonymous Angga Bangun Subur said...

Johnny Iskandar! gw sering nyanyaiin bareng temen-temen waktu SD hehee..

July 18, 2008 2:01 PM  
Anonymous agan harahap said...

neng,..hujan turun lagii..
angkatin jemuran nya yang kau cuci..

dst dst dst (lupa liriknya)

neng mendingan di dapur..
sebab di kasur aer pada ngucur..

trus ada juga yg jamilah yg hamil lagi..hahaha
bahh..guilty pleasure gw juga neh !!

July 18, 2008 2:11 PM  
Anonymous Adit ting2 said...

my guilty pleasure:
Backstreet Boys album 1&2
Michael Learns to Rock Greatest Hits (salah satu album the best yang isinya bener2 lagu terbaik band tersebut) :D

July 18, 2008 3:48 PM  
Anonymous une june said...

d masive dan seventeen coba di dengarkan deh..meskipun memang hanya beberapa lagu saja..

July 18, 2008 4:50 PM  
Anonymous soleh solihun said...

ah, tidak terima kasih. hehe.

July 18, 2008 4:58 PM  
Anonymous une june said...

coba dulu di dengar 4 kali ajah...(maksa biar ada temen) heuuehuheu

July 18, 2008 6:26 PM  
Anonymous soleh solihun said...

d'masiv mah udah ada lah denger 4 kali, kan suka ada di tv atau di radio, yang cinta ini membunuhku. nggak sampe pengen tau lebih lanjut kok. beneran! hahaha.

July 18, 2008 6:28 PM  
Anonymous pelacur korporat said...

gue setuju leh sama Robbie Williams. Pertama tama emang cuma suka liat video-videonya yang emang keren. Lama-lama dengerin lagu-lagunya. Tapi yang paling gue suka sih "Let Me Entertain You." That song is pure...evil! xD. Feelnya sedikit mengingatkan gue sama "Sympathy For The Devil"nya Stones.

Selain itu mungkin "Look At The Cat Dragged In" and "Open Up And Say Aaah"nya Poison. Entah guilty pleasure atau bukn, soalnya gue emang suka dengan dua album ini. Bodo lah kalau mereka adalah hair band paling cheesy dari semua hair band cheesy. Jauh mendingan dengerin mereka daripada dengerin Bon Jovi.

Tapi ngomong-ngomong Bon Jovi, emang gue gak suka sama band ini, apalagi pas mereka belakangan tampil seakan seakan sebuah band blue collar class macam Bruce Springsteen versi generik tapi gagal. Tapi jujur, gue sempat tersentuh sama lagu "Someday It'll be Saturday Night" yang diputer supir kantor ketika gue lagi down banget karena jenuh dan capek di pekerjaan yang lama. Kayaknya kena aja, apalagi pas lirik "Hey man, I am alive/ I am taking each days a day at a time/ It may feeling like Monday but someday it'll be Saturday night."

Guilty pleasure lainya, mungkin "The Great Escape"nya Gwen Stefani (yeah, please shoot me) dan well....album Forever Your Girl-nya Paula Abdul..hahaha

July 18, 2008 8:18 PM  
Anonymous An . said...

jangan, leh. jangan. bisa jadi 'Cintailah Cinta' kedua kalo timingnya tepat. haha. tapi jujur, musiknya bagus meski ada beberapa ciplakan sana sini. cuma memang liriknya nggak banget. untuk lirik mending denger Afgan yang Sadis, leh. Bebi Romeo tea... haha. :D

July 18, 2008 11:39 PM  
Anonymous ric ky said...

raacccuuuunnnnn!!!!!! (bayangkan tria menyanyi)

July 19, 2008 11:17 AM  
Anonymous ric ky said...

you're guilty if you still like avril...seperti 'avril' bilang: "bukan aku yang salah" ;p

July 19, 2008 11:18 AM  
Anonymous Willy & Jonih . said...

wah bener banget tuh mas..
saya masih ada tuh kaset padhyangan beberapa buah...dulu dibeliin bapak...hihi..nge-fans saya sama mereka...nasib anak kost tuh yg vidionya di kolam gitu kan??
dewa juga..."aku jatuh cintaaa...tak seperti duluu..."
sambil liat bintang malem2 ngelamunin si dia...
anjisss maluuuu....

July 21, 2008 3:38 PM  
Anonymous jay laksana said...

nih leh, buat soleh khusus sy upload lagu2 ini... http://bolorman.multiply.com/music/item/12

July 21, 2008 4:28 PM  
Anonymous Agustin Nana said...

Yup. lagu aslinya emang tentang zodiak da..

July 21, 2008 9:27 PM  
Anonymous Hotman Christian said...

denger versi live at wembley tuh keren mampus... gila begidik gw dengernya... aura robbie williams nyanyi lagu ini keren banget...

July 27, 2008 2:06 AM  
Anonymous octa ramayana said...

Oke guyz, siap siap nanti jangan heran kalo RSI akan datang mensponsori pensi pensi SMU se-Jabotabek, or at least Soleh sendiri yang akan meliput di situ. Hehehehe...

Btw, ngomongin lirik caur, dulu sempet terngiang ngiang sama salah satu lagunya Doel Sumbang yang sering diputer sepupu gw. Kira-kira petikan liriknya begini: "Mak, Asep minta kawin dong mak...". Lagu apa yah itu? Adakah yang bisa membantu? Penasaran abis nih! I blame you Leh! Hehehehe...

July 28, 2008 5:56 PM  
Anonymous arian tigabelas said...

OOT: jadi inget dulu nonton TV lokal di Solo. ada salah satu penyanyi grup G4UL, nyanyi solo. acaranya live gitu, penonton didepan rata-rata ABG. liriknya begini,

"..sing lanang nunggang, sing wadon nungging.
Lanang wadooooonnn.. TUNGGANG TUNGGING!"

diulang, dan part 'tunggang-tunggging' menjadi singalong massal. x)

ini bukan guilty pleasure sih, tapi akhirnya memang jadi catchy sekali.

July 29, 2008 2:50 PM  
Anonymous hanny splinters said...

oh U2... -- komen egois hihihih

August 08, 2008 5:10 PM  

Post a Comment

<< Home