Tuesday, April 25, 2006

Dalam Kasus Ini, Mungkin Saya yang Bodoh

Dia: Menurut kamu, apa dampaknya kalau majalah ini dibaca anak-anak?
Saya: Wah, paling mereka akan pusing Pak. Soalnya tulisan di sini memang bukan untuk anak-anak. Dari gaya bahasa sampai topik yang diangkat. Mereka pasti bakal pusing baca laporan yang berhubungan dengan politik, atau budaya.



Dia: Ya kalau dibaca. Tapi, kan otak mereka mungkin belum sampai ke sana. Mungkin baru bisa melihat gambarnya saja. Nah, kalau gambarnya dilihat mereka, apa dampaknya?

Saya: Saya tidak tahu Pak. Saya tidak berkompeten untuk menjawab pertanyaan itu. Saya bukan psikolog anak.



Dia: Masa' sih, tidak bisa tahu apa dampaknya buat anak-anak?

Saya: Iya Pak. Saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Saya benar-benar tidak tahu.



Dia: Begini, mungkin kamu juga tidak ingin kalau gambar-gambar ini dilihat anak-anak. Misalnya, kalau dilihat adek kamu?

Saya: Adek saya sudah besar Pak.



terdiam beberapa detik.



Dia: Anak kamu?

Saya: Saya belum berkeluarga Pak.



terdiam lagi, beberapa detik.



Dia: Masa sih kamu tidak bisa tahu apa dampaknya buat anak-anak? [nada bicaranya meninggi]. Begini, mungkin kalau anak-anak lihat gambar di sini, jadi pengin tahu aslinya seperti apa. Jadi mereka mengintip orang mandi misalnya.

Saya: Itu Bapak yang bilang loh Pak. Bukan saya.



Dia: [lebih tinggi nada bicaranya]. Iya. Orang boleh punya pendapat. Saya punya pendapat. Mereka punya pendapat. Nah, sekarang bagaimana pendapat kamu, kalau gambar-gambar di majalah ini dilihat anak-anak?

Saya: Pak. Sudah saya bilang, saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Lagipula, saya tidak tahu bagaimana kondisi psikologis anak-anak sekarang. [dan keluarlah pernyataan bodoh dari mulut ini]. Saya sudah lama tidak bersentuhan dengan anak-anak.

6 Comments:

Anonymous Felix Dass said...

Hahaha... Mungkin kamu yang bodoh Mas Soleh. Hahaha... Kemaren di kantor gue, korps ini baru beraksi menangkap copet. Sama, saya juga merasa bodoh ada di dalam fragmen situasi itu. Suka aneh emang...

April 25, 2006 3:00 PM  
Anonymous Syauqy Lukman said...

HAHAHA! Leh, would you please remove my e-mail address from your forwarding list? My inbox is getting really2 full. Thanks bro, i really love them, but i can't manage them all, bro. Do hang in there bro. Hang in there.

April 25, 2006 3:04 PM  
Anonymous hagi hagoromo said...

apa ini berarti soleh sama dengan copet?
atau,
'sudah lama tidak bersentuhan dengan anak-anak' menjadi delik tersendiri yang bisa kena tuntutan hukum yang lain?

April 25, 2006 3:05 PM  
Anonymous Eric Wiryanata said...

loe cobain aja kasih liat gambar gambar nya ke anak anak..
siapa tahu ada yang bisa kasih masukan ke majalah loe. biar makin oke.

namanya kan PLAYBOY > boy yg bermain.

April 26, 2006 6:07 PM  
Anonymous soleh solihun said...

nggak berani ah ric. nanti gua dijerat dengan pelanggaran terhadap undang-undang perlindungan anak dan remaja. hehehe.

April 26, 2006 6:52 PM  
Anonymous An . said...

tapi leh, maksudnya anak anak kan temen temen, bukan?

'saya sudah lama tidak bersentuhan dengan anak-anak'
.. iya leh, udah jarang ketemuan ya sama anak-anak.

:D

April 27, 2006 10:28 AM  

Post a Comment

<< Home